Malaysia laporkan kasus Zika pertama, Indonesia keluarkan ‘travel advisory’

Bebê_com_microcefalia_01
Seorang bayi penderita microcephaly di Brasil. (Foto: Sumaia Villela/Agencia Brasil)

Malaysia melaporkan kasus infeksi Zika pertamanya pada hari Kamis (1/9) setelah pemeriksaan laboratorium terhadap seorang wanita menunjukkan hasil yang positif. Wanita tersebut baru saja kembali dari Singapura, di mana 115 orang terbukti positif terinfeksi virus Zika.

Pasien yang berusia 58 tahun tersebut menunjukkan gejala ruam dan demam satu minggu sekembalinya ia dari Singapura pada tanggal 21 Agustus.

“Kami telah melakukan upaya-upaya untuk mengendalikan penyebaran nyamuk aedes di sekitar rumah wanita tersebut untuk mencegah penyebaran virus,” kata Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam.

Virus Zika, yang telah menyebar dan menjalar di benua Amerika dan Kepulauan Karibia sejak akhir tahun lalu, sebenarnya terkategori penyakit ringan, tetapi memiliki resiko yang menakutkan bagi wanita hamil. Virus ini telah dikaitkan dengan gejala yang disebut microcephaly – yaitu cacat lahir yang parah pada bayi dimana kepala mereka akan tumbuh secara tidak normal — terlalu kecil, dengan otak yang terganggu perkembangannya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan bahwa saat ini Singapura merupakan satu-satunya negara di Asia yang telah melaporkan penularan aktif virus Zika. Negara yang bertetangga dengan Indonesia tersebut melaporkan kasus Zika pertama pada hari Sabtu (27/8), lalu pada hari Rabu (31/8) menyatakan jumlah korban naik drastis menjadi 115 – termasuk seorang wanita hamil.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek pada hari Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah mengeluarkan travel advisory untuk warga negara Indonesia yang berencana melakukan perjalanan ke Singapura – agar menunda saja perjalanan itu jika tidak ada urusan mendadak.

Kementerian Kesehatan menambahkan telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah infeksi Zika masuk ke Indonesia dengan menginstruksikan kantor-kantor kesehatan pelabuhan dan dinas-dinas kesehatan untuk melakukan pengecekan terhadap orang-orang yang datang atau tiba di Indonesia – khususnya dari negara-negara yang telah melaporkan infeksi Zika seperti Brasil dan Singapura. Pengecekan dilakukan antara lain dengan pengambilan sampel darah dan pemberian health alert card.

Virus Zika menular melalui nyamuk, yang menularkannya ke manusia melalui gigitan. Akan tetapi di AS dan beberapa negara lainnya telah dilaporkan sejumlah kecil kasus penularan melalui hubungan seksual. Di Brasil juga ditemukan kemungkinan penularan melalui transfusi darah – yang menimbulkan pertanyaan apakah virus tersebut dapat menyebar dengan cara-cara lainnya.

Hingga kini belum ditemukan vaksin maupun obat untuk Zika, yang merupakan kerabat dekat penyakit dengue dan chikungunya. Bahkan diperkirakan 80 persen orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apapun.

 

Sumber: Reuters

Komentar