Minum alkohol saat mengandung? Meski hanya sedikit, dapat mengubah bentuk wajah bayi

Konsumsi alkohol ketika mengandung dapat mempengaruhi rupa wajah bayi. (Foto dari Wikimedia Commons)
Konsumsi alkohol ketika mengandung dapat mempengaruhi rupa wajah bayi. (Foto dari Wikimedia Commons)

Meminum alkohol meskipun hanya sedikit dapat mempengaruhi bentuk wajah bayi – termasuk bentuk mata, hidung dan bibir mereka, menurut hasil penelitian sebuah lembaga riset di Australia.

Meminum alkohol dalam jumlah banyak selama mengandung diketahui dapat menyebabkan sindrom alkohol pada janin, yang ditandai dengan karakteristik wajah tertentu seperti bukaan mata yang kecil, hidung yang pendek dan mengarah ke atas, garis antara hidung dan bibir yang hampir tidak tampak.

Akan tetapi studi yang dilakukan oleh Murdoch Children’s Research Institute di Victoria, Australia, menemukan kaitan antara mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedikit pun dengan bentuk wajah yang berubah. Konsumsi sedikit yang dimaksud adalah tidak lebih dari dua gelas dalam satu kesempatan, dan tidak lebih dari tujuh gelas dalam seminggu.

Berdasarkan hasil analisis teknik pencitraan menggunakan komputer, bayi-bayi yang ibunya meminum alkohol sewaktu mengandung antara lain memiliki hidung yang mengarah ke atas. Perubahannya hanya bisa terdeteksi dengan menggunakan teknik pencitraan ini, dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

“Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ada efeknya, meskipun tidak cukup mudah untuk dilihat,” kata Jane Halliday dari Murdoch Children’s Research Institute.

Meskipun demikian, Halliday menambahkan, efeknya mungkin tidak bertahan lama, karena wajah bayi pada umumnya berubah banyak pada usia dua tahun pertama. Dan meski ada sedikit perubahan bentuk wajah, efeknya tidak berbahaya.

Hasil studi ini diterbitkan di jurnal JAMA Pediatrics baru-baru ini.

Sumber: New Scientist.

Komentar