Tag Archives: polusi udara

Di jalanan, polusi udara di dalam mobil jauh lebih berbahaya dibanding di luar mobil — terutama bagi anak

Polusi udara di dalam mobil jauh lebih buruk dibanding di jalanan. (Foto dari Wikimedia Commons)
Polusi udara di dalam mobil jauh lebih buruk dibanding di jalanan. (Foto dari Wikimedia Commons)

Paparan udara beracun di dalam mobil jauh lebih tinggi dibandingkan di jalanan, dan anak-anak adalah yang paling rentan terkena resiko polusi udara yang membahayakan ini, demikian kata seorang ilmuwan asal Inggris.

“Anak-anak yang duduk di kursi belakang sangat mungkin terpapar [polusi udara] dengan tingkat berbahaya,” kata Profesor Sir David King, mantan penasihat utama pemerintah Inggris di bidang sains. “Mobil yang Anda kendarai mungkin bersih, tapi anak-anak Anda duduk di dalam kotak yang mengumpulkan gas-gas beracun dari kendaraan-kendaraan lain di sekitar Anda.”

Polusi udara diketahui dapat merusak fungsi paru-paru anak yang sedang dalam masa perkembangan – dan dapat menyebabkan asma dan gangguan-gangguan pernafasan lainnya ketika anak tumbuh besar. Hasil penelitian menunjukkan polusi udara juga dapat mengurangi kemampuan anak menyerap pelajaran di sekolah, dan dapat merusak DNA mereka.

Continue reading Di jalanan, polusi udara di dalam mobil jauh lebih berbahaya dibanding di luar mobil — terutama bagi anak

Polusi Udara Sebabkan Penuaan Dini, Masalah Kulit Lainnya

Ilustrasi keriput. (Foto oleh Jorge Royan, dari Wikimedia Commons)
Ilustrasi keriput. (Foto oleh Jorge Royan, dari Wikimedia Commons)

Polusi udara diketahui dapat menyebabkan penyakit paru-paru dan jantung yang berujung pada jutaan kematian di seluruh dunia, dan juga telah dikaitkan dengan penyakit diabetes serta kesehatan jiwa. Akan tetapi dampaknya yang paling kasat mata, yakni kerusakan pada kulit, baru-baru ini saja mulai dipahami.

Berbagai hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa polusi udara merupakan tersangka utama timbulnya keriput dan gejala-gejala penuaan dini lainnya pada kulit yang menjangkiti penduduk di berbagai kota besar di dunia.

Dampak negatif dari udara yang beracun terhadap kulit ditemukan tidak hanya di kota-kota di Asia yang udaranya terlihat jelas lebih kotor seperti Beijing, tetapi juga di kota-kota besar di Barat seperti London dan New York.

“Di berbagai tempat di Eropa, populasinya sangat padat dan partikel-partikel ini terdistribusi oleh angin – jadi sulit untuk menghindari permasalahan ini,” kata Prof. Jean Krutmann, direktur Institut Penelitian Leibniz untuk Kesehatan Lingkungan di Jerman.

Hasil penelitian-penelitian ini juga menunjukkan keterkaitan polusi udara dengan memburuknya permasalahan-permasalahan kulit seperti eczema (peradangan atau iritasi kulit) dan hives (ruam kronis).

“Polusi di jalan kini menjadi sumber utama senyawa-senyawa yang paling beracun bagi kulit – walhasil, bagi mereka yang tinggal dan bekerja di tempat-tempat yang jalan-jalannya telah terkontaminasi oleh polusi, impian untuk memiliki kulit yang sempurna kini kandas – kecuali bagi mereka yang segera melakukan langkah-langkah untuk melindungi kulit mereka,” kata Dr. Mervyn Patterson, dokter kosmetik di jaringan klinik Woodford Medical di Inggris.

Krutmann mengatakan bahwa dalam 20-30 tahun terakhir, kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet dari matahari merupakan topik utama dalam masalah perlindungan kulit.

“Sekarang polusi udara-lah yang akan membuat kita tetap sibuk dalam beberapa dekade ke depan,” ujarnya.

Kebanyakan polusi udara di kota-kota besar berasal dari kendaraan bermotor, yang menyebabkan udara yang dihirup dan terpapar pada kulit setiap harinya terkontaminasi oleh partikel-partikel kecil yang disebut PM, nitrogen dioksida (NO2) dan senyawa-senyawa kimia seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH).

Beberapa studi yang dilakukan oleh Krutmann menunjukkan PM dan NO2 dapat meningkatkan gejala penuaan, seperti keriput dan age spots (bercak-bercak gelap pada kulit yang umumnya timbul pada orang-orang lanjut usia).

Penelitian yang dilakukan di Jerman dan Cina menemukan age spots pada wajah meningkat sebanyak 25% untuk setiap peningkatan kadar NO2 di udara sebanyak 10 mikrogram per meter kubik, yang sebetulnya merupakan kenaikan yang selama ini dianggap relatif kecil. Banyak kota di Inggris memiliki kadar NO2 di udara yang melebihi batas yang diperbolehkan, sementara kadar NO2 di London pada minggu pertama tahun 2016 telah melampaui batas yang diperbolehkan per jam-nya sebanyak 19 kali – melebihi kuota tahunan yang diperbolehkan, yaitu sebanyak 18 kali saja.

Krutmann mengatakan beberapa faktor lain seperti paparan sinar UV, nutrisi dan merokok juga berkontribusi pada penuaan dini.

“Tetapi bisa kami katakan bahwa setidaknya untuk bercak-bercak pigmen di pipi, sepertinya polusi udaralah penyebab utamanya.”

Gejala-gejala percepatan penuaan pada kulit ditemukan pada orang-orang yang usianya relatif masih cukup muda, seperti populasi paruh baya.

“Ini tren yang mengkhawatirkan,” kata Patterson.

Dr Debra Jaliman, ahli kulit yang tinggal di New York, mengatakan bahwa pasien-pasiennya kini khawatir akan dampak polusi udara terhadap kulit mereka. Dia mengatakan bahwa polusi udara menyebabkan penggelapan dan beruntusan seperti jerawat, serta penuaan dini pada kulit.

“Saat ini, tidak banyak produk yang dapat mencegah [kerusakan kulit akibat polusi udara], tetapi dalam beberapa tahun ke depan mungkin [produk-produk semacam ini] akan menjadi tren karena permasalahan polusi udara akan menjadi jauh lebih besar,” ucap Jaliman.

Penemuan-penemuan terbaru ini mendorong produsen-produsen kosmetik terbesar di dunia untuk mencari solusi, sebagai contoh dengan produk-produk yang memiliki karakteristik seperti obat yang dapat memblokir langsung kerusakan biologis.

Sementara itu, para dokter memperingatkan bahwa rutinitas perawatan kulit yang banyak dilakukan, seperti penggunaan scrub untuk membasuh wajah, dapat memperparah kerusakan yang telah ditimbulkan oleh polusi udara.

“Kulit Anda berusaha sebaik-baiknya untuk membangun mekanisme pertahanan yang menakjubkan, lalu apa yang dilakukan oleh para wanita dan pria? Mereka menggerus semuanya [mekanisme pertahanan tersebut]. Ini tidak masuk akal,” kata Patterson.

Dia menyarankan produk-produk yang dapat memperbaiki lapisan pelindung pada kulit, yakni yang dapat menghantarkan prekursor lemak yang dibutuhkan oleh sel-sel pada kulit, serta produk-produk yang mengurangi peradangan. Selain itu, juga makeup dari bahan mineral berkualitas baik yang dapat melindungi kulit secara fisik dari penetrasi partikel-partikel asing.

“Tetapi Anda juga harus selalu mencuci pelindung ini di malam hari, membersihkan [wajah Anda] kembali di malam hari,” tambahnya.

 

 

Sumber: The Guardian