Tag Archives: tidur

Tidur siang lebih dari 1 jam? Bisa jadi gejala diabetes

Tidur siang yang panjang bisa jadi merupakan gejala diabetes tipe 2. (Foto: Wikimedia Commons)
Tidur siang yang panjang bisa jadi merupakan gejala diabetes tipe 2. (Foto: Wikimedia Commons)

Tidur siang lebih dari satu jam sehari bisa jadi merupakan peringatan bahwa seseorang menderita diabetes tipe 2, demikian menurut sekelompok peneliti dari Jepang.

Para ilmuwan dari Universitas Tokyo menemukan keterkaitan ini setelah melakukan pengamatan terhadap lebih dari 300.000 orang.

Dalam penelitian yang dilakukan, mereka menemukan keterkaitan antara tidur siang yang panjang, yakni lebih dari satu jam, dengan peningkatan resiko diabetes tipe 2 hingga sebanyak 45%, dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang. Keterkaitan yang serupa tidak ditemukan untuk mereka yang tidur siang kurang dari 40 menit.

Continue reading Tidur siang lebih dari 1 jam? Bisa jadi gejala diabetes

Tidur Bantu Tingkatkan Ingatan dalam Belajar

800px-Sleeping_students

Tidur di antara dua sesi belajar atau lebih dapat membantu seseorang mengingat apa yang telah dipelajarinya dengan lebih mudah – bahkan hingga 6 bulan setelahnya, menurut temuan terbaru yang dimuat di Psychological Science, jurnal yang diterbitkan oleh Asosiasi Ilmu Psikologi di Amerika Serikat.

“Hasil temuan kami mengindikasikan bahwa menyelipkan tidur di tengah-tengah sesi belajar dapat memberi keuntungan 2 kali lipat – mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari kembali [materi yang sudah dipelajari sebelumnya] dan memastikan penyimpanan materi dalam jangka waktu yang lebih panjang,” jelas Stephanie Mazza, ilmuwan psikologi dari Universitas Lyon.

“Hasil penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa tidur setelah belajar jelas merupakan strategi yang baik, tapi kini kami menunjukkan bahwa tidur di antara 2 sesi belajar lebih-lebih lagi memaksimalkan hasil dari strategi tersebut.”

 

Baca selengkapnya ….

Sumber: PsyPost

Cara Sederhana Agar Lebih Sehat, Sukses & Bahagia: Tidur Cukup

Psikolog klinis menganjurkan tidur yang cukup untuk menghindari atau meringankan berbagai permasalahan psikologis. (Foto: Wikimedia Commons)
Psikolog klinis menganjurkan tidur yang cukup untuk menghindari atau meringankan berbagai permasalahan psikologis. (Foto: Wikimedia Commons)

Psikolog klinis dari Amerika Serikat, Leslie Becker-Phelps, Ph.D, seringkali memberikan saran ini kepada para pasiennya – meskipun mereka memiliki permasalahan yang berbeda-beda: tidur yang cukup.

Kurang tidur, ujarnya, dapat menghantarkan pada berbagai kondisi seperti: lelah, kurang berenergi, pikiran tidak jernih, ingatan yang buruk, optimisme rendah, kurang sosial, rasa cemas, depresi, mudah stress, mudah marah, mudah frustasi, impulsif, permasalahan berat badan akibat makan berlebih, sensitivitas terhadap rasa sakit meningkat, kekebalan tubuh melemah (mudah sakit dan pemulihan yang lambat.

“Kelelahan kadang merupakan penyebab utama masalah-masalah ini. Atau, memperparah kondisi yang sudah ada, yang tidak cukup diatasi hanya dengan tidur saja,” kata Becker-Phelps, yang membuka praktek pribadi dan juga bekerja di Rumah Sakit Robert Wood Johnson University, Somerset di Somerville, New Jersey.

“Karena itu, pertimbangkanlah pentingnya tidur yang cukup. Kalau memang kurang tidur berkontribusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut, tidak ada yang bisa menggantikan tidur yang cukup untuk meringankannya.”

Baca selengkapnya …

Sumber: Psychology Today