Tidur siang lebih dari 1 jam? Bisa jadi gejala diabetes

Tidur siang yang panjang bisa jadi merupakan gejala diabetes tipe 2. (Foto: Wikimedia Commons)
Tidur siang yang panjang bisa jadi merupakan gejala diabetes tipe 2. (Foto: Wikimedia Commons)

Tidur siang lebih dari satu jam sehari bisa jadi merupakan peringatan bahwa seseorang menderita diabetes tipe 2, demikian menurut sekelompok peneliti dari Jepang.

Para ilmuwan dari Universitas Tokyo menemukan keterkaitan ini setelah melakukan pengamatan terhadap lebih dari 300.000 orang.

Dalam penelitian yang dilakukan, mereka menemukan keterkaitan antara tidur siang yang panjang, yakni lebih dari satu jam, dengan peningkatan resiko diabetes tipe 2 hingga sebanyak 45%, dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang. Keterkaitan yang serupa tidak ditemukan untuk mereka yang tidur siang kurang dari 40 menit.

Menurut para peneliti ini, tidur siang yang panjang kemungkinan disebabkan oleh gangguan tidur pada malam hari, yang bisa jadi disebabkan oleh sleep apnea. Nafas pendek, terhenti sekali atau lebih pada orang-orang yang menderita gangguan tidur ini – yang berakibat pada peningkatan resiko serangan jantung, stroke, penyakit jantung lainnya serta gangguan metabolisme, termasuk diabetes tipe 2.

Selain itu kurang tidur, yang mungkin disebabkan oleh pekerjaan atau gaya hidup, dapat meningkatkan rasa lapar, yang lagi-lagi dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2.

Sebaliknya, tidur siang yang singkat dapat meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan motorik, menurut para peneliti yang mempresentasikan hasil penelitiannya ini dalam pertemuan Asosiasi untuk Penelitian Diabetes Eropa di Munchen, Jerman.

Sumber: BBC.

Komentar