Waspadai Tas Ransel Terlalu Berat Pada Anak

Tahun ajaran baru kembali dimulai. Jutaan anak-anak Indonesia kembali ke sekolah setelah berlibur panjang, dan sebagian dengan tas ransel baru di punggung mereka. Tapi tahukah Anda, bahaya tas ransel yang terlalu berat bagi anak-anak? Sayangnya, ini bukan cuma soal pegal-pegal di punggung.

Sebuah studi pada tahun 2010 yang dilakukan oleh Universitas California, San Diego, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa “tas punggung yang berat merupakan penyebab banyak kasus sakit punggung pada anak-anak.” Studi yang sama menemukan bahwa sepertiga anak-anak berusia 11-14 tahun menderita sakit punggung. Studi lainnya yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan hasil yang sama.

“Anak-anak mengeluh, ‘Punggungku sakit, leher dan bahuku juga sakit’,” kata Dr. Karen Jacobs, seorang guru besar di bidang klinis di Universitas Boston dan juga juru bicara Asosiasi Terapi Okupasi Amerika – lembaga yang mensponsori kampanye terkait penggunaan tas punggung di kalangan anak-anak sekolah.

Tetapi bukan hanya itu. “Tas punggung yang berat juga dapat menyebabkan sakit kepala dan kesulitan untuk berkonsentrasi di kelas,” terang Jacobs, seraya menambahkan masalah di punggung ini bisa terus berlanjut hingga dewasa.

Bagaimana batasan berat tas punggung yang wajar? Jacobs mengatakan berat tas tidak boleh melebih 10-20 persen dari berat badan anak, dan dia sendiri merekomendasikan 10 persen saja.

Jadi jika berat anak Anda 20 kilogram, maka periksalah dan pastikan agar berat tasnya tidak melebihi 4 kg. Buku yang paling berat sebaiknya diposisikan di tengah-tengah punggung. Desain tas yang sesuai untuk anak dan dilengkapi dengan bantalan ringan di bagian punggung dan pada bagian strap di bahu juga dapat membantu mengurangi resiko sakit punggung.

Sumber: Majalah Time  via Nationalgeographic.co.id

Komentar